Posted on 31/05/2009 by henrinurcahyo
Apakah bedanya Antasari dengan Pangeran Antasari? Pertanyaan seorang teman itu begitu mengusik. Antasari yang disebut pertama terkenal karena menjadi ketua KPK dan kemudian tersandung kasus „stik pendek“ golf itu. Sedangkan Antasari yang kedua adalah pahlawan nasional yang sudah dihapal anak-anak sekolah dalam pelajaran sejarah.
DIarsipkan di bawah: Kolom | Leave a Comment »
Posted on 04/03/2009 by henrinurcahyo
Permainan melalui sarana internet (game online) sudah mewabah di negeri ini. Jutaan member, terutama anak-anak muda, menggandrunginya. Asal tahu saja, seratus proses produser game online itu ternyata dari mancanegara, terutama Korea Selatan dan Jepang. Pertanyaannya, apakah ini bukan penjajahan budaya?
DIarsipkan di bawah: Kolom | Leave a Comment »
Posted on 10/02/2009 by henrinurcahyo
Apakah perlunya kesenian di tengah krisis ekonomi yang berkepanjangan hingga sekarang ini? Apakah dengan kesenian lantas membuat perut menjadi kenyang dan menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar? Bisakah orang berkesenian ketika perut terasa lapar dan melilit-lilit minta makan?
DIarsipkan di bawah: Kolom, seni | 1 Komentar »
Posted on 04/02/2009 by henrinurcahyo
Jangan coba-coba telat bayar rekening, karena sanksi langsung berlaku. Telat bayar pajak, bayar listrik, telepon, dan semua bentuk pembayaran atas pelayanan publik, semua harus ditaati tanpa reserve. Tetapi, apa yang terjadi kalau aliran listrik mati? Air PDAM tak mengalir? Telepon tidak ada sambungan? Apakah pemerintah memang hanya bisa menghukum? Sementara rakyat harus dikalahkan?
DIarsipkan di bawah: Kolom | Leave a Comment »
Posted on 03/02/2009 by henrinurcahyo
Cerita Panji adalah harta karun terpendam yang dimiliki Jawa Timur. Lahir di Kediri, berkembang sejak jaman Majapahit, menyebar ke banyak daerah hingga mancanegara, dan beredar dalam berbagai cerita rakyat. Cerita Panji bukan sekadar cerita. Ini adalah pusaka yang tak ternilai harganya. Sudah saatnya kita menyelamatkan, memelihara, mengembangkannya sebagai kontribusi positif pembangunan budaya bangsa. Cerita Panji [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya, Kolom | 2 Komentar »
Posted on 03/02/2009 by henrinurcahyo
Anggapan bahwa dongeng adalah sekadar pengantar tidur, adalah salah kaprah yang harus diluruskan. Dongeng adalah salah satu bentuk tradisi lisan yang merupakan potensi budaya yang selama ini masih terabaikan. Tradisi lisan juga mencakup mencakup sastra lisan, seperti mite, legenda, dongeng, hikayat, mantra, dan puisi. Bahkan juga termasuk sistem kognitif masyarakat, seperti adat istiadat, sejarah, etika, [...]
DIarsipkan di bawah: Budaya, Kolom | 2 Komentar »
Posted on 31/12/2008 by henrinurcahyo
Belajar sejarah, nampaknya identik dengan pelajaran di sekolah. Sejarah dihapal dari nama-nama raja, kerajaan, angka-angka tahun, untuk kemudian dituliskan kembali ketika ada ulangan. Posisi pelajaran sejarah di sekolah itupun tidak dianggap penting, sehingga tidak menjadi mata pelajaran pokok dalam ujian nasional. Dapat dibayangkan sendiri, bagaimana apresiasi (baca: penghargaan) anak sekolah terhadap (pelajaran) sejarah.
DIarsipkan di bawah: Kolom | Leave a Comment »
Posted on 16/10/2007 by henrinurcahyo
Sebutlah nama Kota Batu, orang langsung teringat tempat tewasnya teroris Dr. Azahari. Padahal Munir juga berasal dari kota Batu dan dimakamkan hanya sepelemparan batu dari pusat kota Batu. Toh orang-orang lebih suka berkunjung ke bekas rumah kontrakan Azahari. Nampaknya Pemkot Batu suka, dan bakal menjadikan sebagai obyek wisata. Aneh? Itulah kenyataannya.
DIarsipkan di bawah: Kolom | Leave a Comment »
Posted on 16/10/2007 by henrinurcahyo
Keberadaan pasar-pasar loak di suatu kota merupakan bagian dari budaya kota tersebut. Dari setiap jenis benda-benda yang diloakkan itulah dapat dibaca (meminjam istilah Afrizal Malna) “biografi” masing-masing benda tersebut. Karena itu, rencana pemindahan lokasi (relokasi) sejumlah pasar loak di Surabaya ke Bangkalan berarti mencabut identitas budaya kota (Surabaya) yang sebetulnya juga merupakan asset wisata potensial. [...]
DIarsipkan di bawah: Kolom | 1 Komentar »
Posted on 16/10/2007 by henrinurcahyo
Kabupaten Sidoarjo yang mengklaim sebagai Kota Festival, agaknya harus berpikir ulang untuk mengganti predikat tersebut. Gara-gara ulah Lapindo, maka ratusan hektar lahan di Porong menjadi “Kuala Lumpur”. Bencana itu sudah berlangsung satu tahun lebih beberapa bulan dan entah kapan dapat berhenti. Nama Porong (juga Sidoarjo) menjadi lebih terkenal di seluruh dunia gara-gara [...]
DIarsipkan di bawah: Kolom | 1 Komentar »