Perspektif Budaya dalam Lingkungan Hidup

Pokok-pokok Pikiran Oleh Henri Nurcahyo 1. Tanggal 14 Februari kemarin adalah Hari Valentin. Semua orang tahu, apalagi anak-anak remaja kota sekarang ini. Jangan tanya asal usulnya, itu tidak penting. Yang mereka tahu adalah Hari Valentin adalah hari menyatakan kasih sayang kepada soul mate kita, ataupun pacar, dengan cara memberikan sesuatu. Biasanya berupa coklat, atau seikat [...]

Bersatu Padu Membela Pemerintah

Oleh Henri Nurcahyo Ini kasus menarik. Ada eksekusi atas sebidang lahan, berbagai elemen masyarakat justru membela pemerintah yang selama ini mengklaim atas lahan tersebut. Itulah yang terjadi dalam kasus Taman Flora Surabaya alias Kebun Bibit (KB). Padahal, biasanya pemerintahlah yang melakukan eksekusi (baca: penggusuran) dan masyarakat berunjuk rasa melawan pemerintah.

GreenArt 2010: Belajar Kesenian dan Lingkungan Sekaligus

Oleh Henri Nurcahyo Ketua Umum GreenArt Indonesia 2010 Untuk kali ketiga, Komunitas Perupa Peduli Lingkungan (KPPL) menyelenggarakan GreenArt, sebuah hajatan kesenian yang berwawasan lingkungan. Pameran seni rupa, pameran produk dan pengelolaan lingkungan, gelar seni pertunjukan, workshop dan seminar, diselenggarakan di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya, tanggal 22 – 25 Juli 2010.

Catatan Terapi Alami (1): Hidup Sehat dengan Flora

Manusia memang mahluk pemakan segala (omnivora), tetapi apa salahnya menjadi vegetarian? Toh segala kebutuhan gizi bagi tubuh dapat dipenuhi dari bahan makanan nabati. Sementara bahan makanan hewani, memang tak ada yang salah. Namun ternyata lebih selama ini dikonsumsi lantaran ”sekadar memuaskan selera.”

Pabrik Semen dan Ancaman Ekologis

Diantara sekian banyak manfaatnya, keberadaan pabrik semen dapat menjadi ancaman ekologis yang serius. Mulai dari pengambilan bahan bakunya, proses produksinya, sampai dengan dampak polusi debu yang ditimbulkannya. Kalau toh hingga sekarang belum terasakan, jangan keburu gembira, sebab bahaya ekologis selalu muncul belakangan. Dan ketika kita sudah menyadari bahaya itu, maka roda jaman tak mungkin lagi diputar balik. Bencana ekologis, selalu terjadi akibat keterlambatan menyadari kesalahan.

Perspektif Budaya Pencemaran Sungai

PENCEMARAN sungai akibat limbah tetes tebu yang pernah menggegerkan Surabaya dan sekitarnya ternyata “tidak terlalu dipermasalahkan” masyarakat. Buktinya, tidak ada gugatan class action atas inisiatif warga sendiri, bahkan surat-surat pembaca di media tak ditemukan protes keras untuk menuntut penyelesaiannya. Mengapa persoalan yang sedemikian serius itu justru dianggap sepi? Barangkali, inilah salah satu bentuk sikap budaya [...]

Benang Ruwet Lapindo

Persoalan semburan lumpur Lapindo bagaikan benang ruwet yang tetap saja tak terurai hingga hitungan bulan kelimabelas sekarang ini. Semua pihak berada dalam posisi dilematis, baik masyarakat korban, pemerintah dan juga Lapindo sendiri. Sudah terlanjur salah kaprah sejak awal, sehingga sekarang terbentur di jalan buntu. Meski semua pihak menyalahkan Lapindo, tetapi tetap saja masih belum ada [...]

Kutukan Bencana Korban Lumpur

Bencana demi bencana akan terus terjadi selama ribuan korban Lumpur Sidoarjo tidak ada yang bertanggungjawab. Ini bukan kutukan, tapi jangan salahkan kalau ada yang memiliki suara batin seperti itu. Pemerintah telah lepas tangan, Lapindo terus mengelak, rakyat unjuk rasa dianggap penjahat pengganggu kepentingan umum, ribuan pengungsi berdesakan di los-los pasar, Hak Azasi Manusia mereka telah [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.