Posted on 04/02/2009 by henrinurcahyo
Jangan coba-coba telat bayar rekening, karena sanksi langsung berlaku. Telat bayar pajak, bayar listrik, telepon, dan semua bentuk pembayaran atas pelayanan publik, semua harus ditaati tanpa reserve. Tetapi, apa yang terjadi kalau aliran listrik mati? Air PDAM tak mengalir? Telepon tidak ada sambungan? Apakah pemerintah memang hanya bisa menghukum? Sementara rakyat harus dikalahkan? Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Kolom | Leave a Comment »
Posted on 03/02/2009 by henrinurcahyo
Cerita Panji adalah harta karun terpendam yang dimiliki Jawa Timur. Lahir di Kediri, berkembang sejak jaman Majapahit, menyebar ke banyak daerah hingga mancanegara, dan beredar dalam berbagai cerita rakyat. Cerita Panji bukan sekadar cerita. Ini adalah pusaka yang tak ternilai harganya. Sudah saatnya kita menyelamatkan, memelihara, mengembangkannya sebagai kontribusi positif pembangunan budaya bangsa. Cerita Panji sebagai ikon Jatim, mengapa tidak? Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Budaya, Kolom | 2 Komentar »
Posted on 03/02/2009 by henrinurcahyo
Anggapan bahwa dongeng adalah sekadar pengantar tidur, adalah salah kaprah yang harus diluruskan. Dongeng adalah salah satu bentuk tradisi lisan yang merupakan potensi budaya yang selama ini masih terabaikan. Tradisi lisan juga mencakup mencakup sastra lisan, seperti mite, legenda, dongeng, hikayat, mantra, dan puisi. Bahkan juga termasuk sistem kognitif masyarakat, seperti adat istiadat, sejarah, etika, obat-obatan, sistem geneologi, dan sistem pengetahuan yang dituturkan secara turun-temurun di nusantara. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Budaya, Kolom | 2 Komentar »
Posted on 04/01/2009 by henrinurcahyo
Strategi kebudayaan seperti apakah yang hendak diterapkan di Jawa Timur? Barangkali ini pertanyaan konyol, sebab konon negeri ini sendiri saja masih belum jelas strategi budayanya. Terbukti bahwa, “Merumuskan kembali strategi kebudayaan” menjadi salah satu butir rekomendasi Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) tahun 2008 yang berlangsung di Bogor, tengah bulan Desember ini. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Budaya | Leave a Comment »
Posted on 31/12/2008 by henrinurcahyo
Belajar sejarah, nampaknya identik dengan pelajaran di sekolah. Sejarah dihapal dari nama-nama raja, kerajaan, angka-angka tahun, untuk kemudian dituliskan kembali ketika ada ulangan. Posisi pelajaran sejarah di sekolah itupun tidak dianggap penting, sehingga tidak menjadi mata pelajaran pokok dalam ujian nasional. Dapat dibayangkan sendiri, bagaimana apresiasi (baca: penghargaan) anak sekolah terhadap (pelajaran) sejarah. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Kolom | Leave a Comment »
Posted on 29/12/2008 by henrinurcahyo
Catatan Akhir Tahun 2008
Seni rupa Indonesia berkembang pesat. Seniman perupa tidak lagi identik kemiskinan dan hidup melarat. Banyak pelukis muda kaya raya. Banyak pengusaha beralih jadi art dealer. Kolektor-kolektor baru bermunculan. Galeri seni tumbuh bak jamur di musim hujan. Tiada hari tanpa pameran lukisan. Kurator banyak kerjaan, media massa seni rupa muncul dan berkembang pesat. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: seni | 3 Komentar »
Posted on 29/12/2008 by henrinurcahyo
Nama Wakatobi itu sendiri masih saja menjadi pertanyaan setiap orang yang pernah mendengarnya. Meski sudah dijelaskan sebagai akronim nama empat pulau, selalu saja masih belum memuaskan. Mengapa Wakatobi? Kok mirip bahasa Jepang? Mungkin ada kemiripan, dengan bahasa Jepang, yang kira-kira dekat dengan makna “orang suka laut”. Dan ternyata, kebingungan nama daerah itu juga terjadi dengan Bupatinya, yang hanya punya nama satu kata saja, Hugua. Dalam terminologi Barat, selalu terdiri dari dua kata. Jadi, Hugua siapa? “Waktu di Australia, saya bilang saja nama saya Bob Hugua, biar mirip dengan perdana menterinya, Bob Hawk,” ujar Hugua. Toh. Ketika masih menjadi persoalan di Negara lain, Hugua lantas menyebutkan nama “lengkapnya”, yaitu Hugua Hugua. Nah, masih kurang? Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Pengalaman Pribadi | Leave a Comment »
Posted on 16/12/2008 by henrinurcahyo
Tanggal 1-3 Desember lalu, saya menjadi satu-satunya wakil Jawa Timur dalam acara Seminar dan Festival Tradisi Lisan VI, di kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Banyak hal yang layak dicatat sebagai kenangan yang tak terlupakan. Berikut ini adalah catatan saya yang pertama. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Pengalaman Pribadi | 3 Komentar »
Posted on 31/10/2008 by henrinurcahyo
Ketika reyog Ponorogo disebut-sebut diklaim oleh Malaysia, demonstrasi meletus dimana-mana. Badai protes tanpa henti. Sampai akhirnya, Malaysia mengakui bahwa sesungguhnya reyog memang milik Indonesia. Padahal, klaim itu sebetulnya tidak ada. Dalam situs http://www.heritage.gov.my/ yang berisi klaim terhadap Reyog Ponorogo yang menggegerkan itu, disebutkan bahwa reyog sebagai salah satu Tarian Tradisional Melayu, yang dinamakan: Tari Barongan. Dan sejatinya tarian yang dicatat sebagai salah satu Tarian melayu itu memang sudah mendarah daging bagi etnis Melayu di Malaysia. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: seni | Leave a Comment »
Posted on 16/10/2008 by henrinurcahyo
Potongan-potongan sisa kain (perca) dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Bukan hanya menjadi bahan baku kerajinan, namun sebagai bahan dasar membuat karya seni rupa yang bermutu. Potongan kain buangan itu ternyata dapat menggantikan fungsi cat dalam lukisan. Bukan sekadar ditempel-tempel menjadi karya kolase. Itulah yang saat ini dikerjakan oleh Endang, seniwati kain perca dari Porong Sidoarjo. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: seni | 3 Komentar »