Generasi Lambat Dewasa

Saya punya kenalan, kebetulan cewek, sudah sarjana, bahkan sudah jenjang strata-2. Dalam bayangan saya, orang seperti ini pasti enak diajak diskusi. Maklum, saya hanya S-3 (baca: SD, SMP, SMA). Tetapi, apa yang terjadi? Ternyata setiap kali saya berkomunikasi dengan dia, maka yang muncul adalah idiom-idiom anak muda jaman sekarang. Mulai darim lo-lo dan gue, gue, coz, plis deh, gue banget, dan sebagainya….. wah-wah, apa memang saya yang terlalu tua untuk memahaminya? Setahu saya, idiom-idiom itu hanya ada di iklan-iklan tivi. Konon kata anak saya, itu memang bahasa gaul, bahasa anak muda. Penjelasan itu memang bisa saya terima, tetapi kalau ada Sarjana S-2 masih seperti itu gaya bicaranya, jalan logikanya, bahkan isi kepalanya, wah-wah, apa ini bukan tergolong generasi lambat dewasa? Kalau hanya menyangkut gaya bicaranya saja mungkin saya masih bisa terima. Tetapi, jika isi kepalanya masih seperti itu, menurut saya ini memprihatinkan.

Maaf, maaf, bukan bermaksud melecehkan, mungkin saya yang salah. Yang jelas, temuan terhadap kenalan yang seperti itu ternyata bukan satu dua. Ada lagi kenalan saya, juga S-2, di kota lain, yang nampaknya juga seperti itu. Dan ternyata, yang tergolong orang-orang seperti ini lumayan banyak. Entahlah, apa saya yang keliru yaa….. (*)

Satu Tanggapan

  1. Anda benar .. saya juga memperhatikan perkembangan tayangan TV di Indonesia. Pada umumnya mereka masih ke-kanak2-an, lihat saja tayangan di TV .. teriak2 satu sama lain saling adu suara dan berbenturan, guyon anak kecil dsb.nya .. seperti mereka sudah kehilangan akal utk melucu .. apakah kalo mau lucu harus bergaya seperti anak kecil? Saya rasa tidak perlu berlebihan spt itu. Lain lagi di TV luar menyajikan lelucon tidak usah teriak2 saling berbenturan bicara ..jadi lelucon mereka bisa dinikmati dan memang lucu, jelas ceritanya .. seperti Dr.Huxtable, Chaplin, MR.Bean .. gaya seperti ini belum bisa ditiru di Indonesia. Satu lagi .. bangsa kita belum biasa bekerja secara akurat dan serius!
    Semua pekerjaan dikerjakan sekenanya saja, lihat pembangunan jalan ada tiang listrik ditengah jalan dibiarkan, perawatan akomodasi umum atau privat .. kalo masih baru keliatan bagus, coba 2 tahun kemudian .. sudah kotornya minta ampun.
    Ya begitulah bangsa ini kenapa terlambat majunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: