Antasari dan Pangeran

antasari-2 antasari-1Apakah bedanya Antasari dengan Pangeran Antasari? Pertanyaan seorang teman itu begitu mengusik. Antasari yang disebut pertama terkenal karena menjadi ketua KPK dan kemudian tersandung kasus „stik pendek“ golf itu. Sedangkan Antasari yang kedua adalah pahlawan nasional yang sudah dihapal anak-anak sekolah dalam pelajaran sejarah.

Antasari yang pertama nampaknya kurang belajar sejarah, karena dia tersandung masalah klasik yang sering terjadi dalam sejarah. Meski kasus ini masih debatable, karena masih berproses di pengadilan, namun intinya tetap saja satu, yaitu pada sosok Rani, yang entah mengapa hingga saat ini belum diberi kesempatan bicara terbuka ke publik.

Kurang apa sejarah mengajarkan tentang Kendedes, yang menjadikan Ken Arok membunuh suaminya, dan kemudian mengawininya. Karena seorang Diah Pitalokalah maka Majapahit dan Pajajaran masih terus bermusuhan hingga berabad-abad kemudian, bahkan sampai sekarang, ketika kedua kerajaan itu sudah punah ditelan sejarah.

Dalam sejarah dunia, dikenal nama Cleopatra VII yang terkenal sebagai wanita penggoda, karena menjalin kasih dengan Julius Caesar dan Marc Anthony hanya untuk memenuhi ambisinya menguasai dunia atau menjadi ratu dunia dengan cara menggunakan keindahan tubuh dan rupanya untuk mengapai ambisinya.

Filsafat Jawa mengajarkan kita supaya waspada terhadap godaan „Harta, Tahta dan Wanita.“ Ini juga sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang mengingatkan bahwa fitnah dunia sering disebabkan oleh tiga hal, yakni harta, tahta dan wanita. Ketiganya memberikan daya tarik luar biasa yang dapat menyebabkan manusia mudah tergoda. Manusia sering hilang kendali jika dihadapkan pada salah satu atau ketiga hal ini sekaligus. Sejarah mencatat, ketidakmampuan mengendalikan diri dapat menyebabkan manusia terpuruk di lembah kehinaan.

Pangeran Antasari (lahir 1809) adalah pahlawan nasional dari Kalimantan Selatan. Keberaniannya melawan Belanda tak disangsikan lagi. Belanda dibuat kocar kacir dengan serangan-serangannya yang diluar dugaan. Pangeran yang satu ini juga dikenal akrab dengan rakyat kecil. Dia sanggup menghimpun para kepala suku untuk bergabung melawan Belanda. Sang pemberani ini juga dikenal cerdik. Dia menolak diajak berunding oleh Belanda. Rupanya dia belajar dari Pangrean Diponegoro, yang dijebak Belada melalui siasat licik dalam perundingan.

Tetapi sejarah kemudian berkata lain, Sang Pangeran yang pemberani ini akhirnya menghembuskan nafasnya bukan karena peluru Belanda, melainkan karena serangan penyakit cacar pada tanggal 11 Oktober 1862. Padahal, pada tahun 1862 Pangeran Antasari merencanakan suatu serangan besar-besaran terhadap Belanda, tetapi wabah cacar melanda daerah Kalimantan Selatan. Sebuah hal yang „sepele“.

Nampaknya, Pangeran Antasari menemui ajal karena tak berhasil menjaga kesehatan badannya hingga dikalahkan penyakit. Sementara Antasari Azhar, menemui „ajal karirnya“ karena tak berhasil menjaga kesehatan moralnya. Sekali lagi, dengan tidak bermaksud mendahului vonis, kredibilitas seorang Antasari Azhar sudah sulit dipertahankan seandainya nantinya dia memang tidak terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan Nasrudin. Penyakit „cacar Rani“ telah menghabisinya. (henri nurcahyo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: