Henri Nurcahyo, Sepuluh Lembar untuk Sahabat Pena

Jalan panjang aktivitas tulis-menulis Henri Nurcahyo dimulai sejak kuliah. ”Sebenarnya, sejak SMP dan SMA sudah menulis, tapi tidak seintens waktu kuliah,” katanya. Saat kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Henri terkena ”penyakit” khas mahasiswa Jogjakarta, menulis dan menjadi aktivis hingga lupa kuliah. Baca lebih lanjut

Iklan

Ghostwriter, Para “Penulis Bayangan” Surabaya

Punya Jurus Meniru Tokoh

SIAPA yang membuat pidato para pejabat terasa berbobot dan enak dibaca? Siapa pula yang membuat memoar seorang tokoh menjadi luwes dibaca dan tidak jarang mengungkap sesuatu yang mengejutkan dengan cara penulisan yang canggih? Baca lebih lanjut

Cak Kadar itu Kompor, Bukan Provokator

Oleh HENRI NURCAHYO
Cak Kadar telah pergi untuk selama-lamanya. Ya Cak Kadar, bukan Cak Kandar. Dua nama yang sering terbolak-balik penyebutannya. Mantan ketua Pusura dan penggerak kesenian itu masih memikirkan Festival Seni Surabaya (FSS) pada hari-hari terakhir menjelang kepergiannya. Arek kelahiran Maspati itulah yang membidani FSS ketika masih bernama Pekan Seni Surabaya 700 tahun 1993. Baca lebih lanjut