Ketika Dagelan dalam Ludruk Mendominasi

Catatan Pengamatan Pementasan


Grup : Ludruk RRI Surabaya
Lakon : Seblak Sumilak
Tempat : Pendopo Taman Budaya Jawa Timur
Waktu : Sabtu, 21 April 2012
Pengamat : Henri Nurcahyo

Seni pertunjukan tradisional Ludruk memang lekat dengan adanya dagelan, banyolan, lawakan, atau humor. Dalam pakem formalnya, posisi dagelan ini diposisikan dalam segmen khusus, disamping segmen Tari Remo, Kidungan dan Cerita Utama. Namun dalam prakteknya, ada kelompok ludruk yang menjadikan lawakan ini sebagai alur utama sepanjang penyajian sehingga pertunjukan ludruk tak ubahnya menjadi pertunjukan Lawak. Dan itu memang sah-sah saja. Persoalannya, bagaimana memposisikan dagelan diantara Cerita Utama agar ludruk tidak kehilangan rohnya? Pada titik inilah perlu dibahas tersendiri. Baca lebih lanjut