Catatan Kepergian Sahabat

Aku sendiri heran, sejak baca berita kepergiannya di inbox dari teman kuliah, aku lgs jatuh sedih, menangis, sulit menahan air mata. Tangisku tumpah saat bersalaman dg istrinya. Aku nangis saat baca Yasin, bicara di telp, bahkan saat sms sekalipun. Juga ketika ada sambutan mengantar jenazahnya. Entah kenapa aku sedemikian sangat sedih. Padahal bukan keluarga, jarang ketemu, hanya akrab saat kuliah 35 tahun yg lalu..

Namanya Arief Yulianto, aku mengenalnya awal tahun 1977, saat sama-sama masuk menjadi mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM). Kami langsung akrab karena sama2 berasal dari Surabaya. Bersama dengan Wawan, kami bertiga selalu bersama dalam banyak kesempatan di kampus. Maklum sebagai mahasiswa baru kami blm banyak punya teman. Teman2 lain juga cenderung mengelompok dg sesama daerah asalnya. Ada lagi teman perempuan, namanya Wiwik. Kemudian ikut bergabung Rini dari Jakarta, Ninik dari Solo, Luluk dari Mojokerto. Kami mendeklar semacam genk pertemanan, namanya HaHuHa. Sempat bikin kaos dengdengan gambar simbol bagian dari kereta api. Ini ada ceritanya sendiri, nanti saja.

(Bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: