Menuju Profesionalitas Lembaga Pertunjukan Rakyat

Catatan Henri Nurcahyo

1. Pernah dengar parikan ini?
Bekupon Omahe Doro, Melok Nippon Tambah Soro
Parikan terkenal itu dikumandangkan oleh Cak Durasim, tokoh ludruk legendaris yang dimakamkan di pemakaman Tembok Surabaya, dan namanya diabadikan menjadi nama gedung pertunjukan di kompleks Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali Surabaya. Cak Durasim adalah seniman Ludruk sekaligus adalah Pejuang. Pada tahun 1942 ketika tentara Jepang menguasai negeri ini melalui Ludruk sebagai media siar. Dia membangkitkan semangat juang arek-arek Surobojo dan mengkritik pemerintah penjajah, di dalam pementasan drama Ludruknya. Selain menceritakan legenda Surabaya Cak Durasim juga mementaskan cerita perjuangan-perjuangan lokal masyarakat Jawa Timur. Selain itu gendhing Jula-Juli Surabaya isinya mengkritik pemerintah penjajah. Baca lebih lanjut

Iklan

Istilah Seputar Lebaran

Di awal bulan suci Ramadhan, menjelang Iedul Fitri hingga sesudahnya, ummat muslim dan masyarakat luas di Indonesia saling berbagi ucapan dan ungkapan melalui SMS, email, telepon atau disampaikan pada saat bertemu langsung. Akan tetapi ternyata banyak yang kurang memahami apa makna berbagai macam ucapan dan ungkapan tersebut serta dari mana asal usulnya. Jadi kebanyakan cuma ikut-ikutan saja atau demi sopan santun. Sehingga kadangkala menjadi kurang tepat penggunaannya.

Misalnya, ketika memasuki bulan suci Ramadhan biasanya orang mengucapkan “marhaban ya ramadhan” yang merupakan ungkapan yang berasal dari bahasa arab artinya “selamat datang bulan suci Ramadhan”. Kalau di luar negeri, biasanya ditambahkan “ramadhan mubarak” yang artinya “bulan yang penuh berkah”. Jadi kalimat ini diucapkan dengan tujuan untuk saling berbagi suka cita menyambut kedatangan bulan suci yang penuh berkah dan biasanya diikuti ungkapan ajakan untuk berlomba dalam kebaikan. Baca lebih lanjut