Pasang Surut Seni Tradisi, antara Hidup dan Mati

Catatan Henri Nurcahyo

1. Nasib seni tradisi terpuruk, terusir dari perkotaan, mengais-ngais di pedesaan yang juga semakin mengkota. Banyak pemain ludruk yang mengeluh karena jarang ada tanggapan, sementara ada yang tetap saja laris dalam jadwal yang penuh dalam sebulan. Sementara pergelaran wayang kulit, masih saja disukai di desa maupun kota. Sedangkan jenis kesenian tradisi yang masih stabil bahkan terus meningkat penggemarnya adalah Campursari, sebuah modifikasi yang mengkreasikan beberapa kesenian menjadi satu paket. Pelajaran seperti apakah yang dapat dibaca dari realitas seperti ini? Baca lebih lanjut

Iklan