Buku Tebal Sejarah Pabrik Gula, Siapa Mau Baca ?

Oleh Henri Nurcahyo

foto-1Membahas keberadaan Pabrik Gula di negeri ini dalam konteks sejarah, ibarat membaca sebuah buku tebal yang sarat kisah. Kalau kemudian Pabrik Gula hendak dijadikan objek wisata sejarah, siapakah yang bersedia, mau dan mampu membaca buku tebal itu? Jangan-jangan pengembangan wisata sejarah Pabrik Gula hanya dimaknai secara dangkal belaka, sebatas berfotoria dengan latarbelakang gedung kuno dan mesin-mesin tua belaka. Baca lebih lanjut

Wisata Nostalgia Wisman Belanda ke Pabrik Gula

Oleh Henri Nurcahyo

Tidak dapat dipungkiri, bahwa keberadaan Pabrik Gula di negeri ini memang lahir karena jasa pemerintahan Hindia Belanda. Suka atau tidak suka, puluhan Pabrik Gula yang tersebar di seluruh pulau Jawa sekarang ini menjadi monumen bersejarah yang tak bisa dianggap remeh. Bagi sebagian warga Belanda pada masa sekarang ini, Pabrik Gula tak ubahnya potret masa lalu moyang mereka. Bukankah ini potensi bisnis wisata yang menarik? Baca lebih lanjut

Eksplorasi Kreativitas Pabrik Gula sebagai Obyek Wisata

Oleh Henri Nurcahyo

Bagaimana menjadikan pabrik gula sebagai obyek wisata? Bukan hanya sekadar membanggakan tampilan fisiknya sebagai cagar budaya, atau bernostalgia dengan masa lampau sebagai peninggalan zaman Belanda. Dibutuhkan kreativitas dan inovasi agar pabrik gula tidak hanya menjadi obyek wisata pasif, melainkan juga aktif, dinamis dan kreatif. Bagaimanakah caranya? Baca lebih lanjut

Hardjonoisme – Hardjono WS

OLEH HENRI NURCAHYO

HardjonoSeniman teater yang khusus menekuni dunia anak adalah sesuatu yang langka di negeri ini. Lebih langka lagi manakala bukan hanya sekadar menjadi sutradara, melainkan juga produser, menulis naskah, puisi, cerpen, dongeng, novel, esai dan menciptakan lagu sekaligus memainkan musik. Maka Hardjono Wirjosoetrisno alias Hardjono WS adalah seniman yang langka itu. Jebolan Akademi Seni Rupa Surabaya (Aksera) itu juga melukis, membuat patung serta memahat. Lengkap sudah kelangkaannya. Baca lebih lanjut