Catatan Pengalaman Umrah (11): Umrah Kok Mikir Sandal Hilang….

Pedagang berbusana hitam yang tangguh

Pedagang berbusana hitam yang tangguh

Bahwa ibadah haji, juga umrah, identik dengan sesuatu yang suci, yang jauh dari perbuatan kriminal. Itu sebabnya rata-rata jamaah bersikap pasrah, menurut saja apa yang diperintahkan dan sudah menjadi aturan yang diberlakukan. Bahkan, ada anggapan bahwa berada di tanah suci Madinah dan Makkah pasti bebas dari pencurian dan tindakan kriminal lainnya. Apa benar begitu? Benarkah ada copet yang tega-teganya menjadikan orang thawaf sebagai sasaran? Sandal saja bisa hilang kok….. Baca lebih lanjut

Catatan Pengalaman Umrah (10): Cangkrukan Makan Kurma di Depan Ka’bah

CangkrukanKa’bah itu memang penuh pesona, sakral dan magis. Benda hitam berbentuk kotak itulah yang menjadi kiblat sholat umat Islam di seluruh dunia. Banyak keistimewaan terkait Ka’bah ini, termasuk hal-hal yang tidak masuk akal. Ka’bah adalah bangunan suci. Dan di depan bangunan suci itulah suatu sore saya duduk bersila, berdua dengan isteri saya, sambil makan kurma dan menyeruput minuman yang saya tidak tahu maknanya. Duuh Gusti…. Nikmat apa lagi yang hendak kami dustakan…. Baca lebih lanjut

Catatan Pengalaman Umrah (9): Tuhan Mengintip dari Dalam Ka’bah

IMG_4949Ka’bah itu disebut juga Baitullah, Rumah Tuhan. Tapi betulkah memang Tuhan “berumah” di Ka’bah? Mengapa kita sholat harus menghadap Ka’bah? Apa bedanya dengan sembahyang menghadap patung bagi agama lain? Jujur saja, ketika sedang thawaf, saya kadang-kadang merasa bahwa Tuhan sedang berada di dalam bangunan kotak yang dibungkus kain hitam itu. Saya merasa malu sendiri karena seolah-olah saya menjadi orang yang sok alim, yang betul-betul berniat tobat, yang taat beribadah. Padahal Tuhan tahu persis sekian banyak dosa-dosa yang sudah saya lakukan. Waktu itu, saya bayangkan Tuhan mengintip dari dalam Ka’bah dan tersenyum sinis melihat manusia penuh dosa ini sedang thawaf. Astaghfirullah hal adziiiimBaca lebih lanjut

Catatan Pengalaman Umrah (8): Tak Ada Tabur Bunga di Kuburan

Di depan makam Hamzah

Di depan makam Hamzah

Pada dasarnya umrah (dan juga) haji adalah sebuah ritual ziarah. Di dekat Ka’bah itu dikuburkan Nabi Ismail dan Ibunya (Siti Hajar). Zaman Nabi dulu orang berkunjung ke Ka’bah menyebutnya sebagai ziarah. Tapi makna ziarah di Arab ini benar-benar diberlakukan sesuai dengan hukum Islam, tidak ada acara tabur bunga dan membaca Yasin di kuburan. Para penjaga (askar) akan selalu menjaga lokasi-lokasi makam agar tidak dijadikan ritual syirik. Baca lebih lanjut

Catatan Pengalaman Umrah (7): Umrah Ritual dan Umrah Sosial

Sebagian anggota rombongan di depan Masjid Quba

Sebagian anggota rombongan di depan Masjid Quba

Islam mengajarkan agar kita memiliki keseimbangan mengurusi dunia dan akherat. Jangan sampai njomplang. Meski saya berangkat umrah dengan semangat “melupakan urusan dunia” ternyata saya malah disadarkan oleh situasi, bahwa urusan dunia itu juga penting. Jangan dilupakan sama sekali meski kita sedang menjalani umrah (juga ibadah haji). Kesadaran ini saya dapatkan ketika sudah merasakan perbandingan selama berada di Madinah dan Makkah. Umrah bukan hanya ibadah ritual, tapi juga sosial. Baca lebih lanjut

Catatan Pengalaman Umrah (6): Berwisata di Madinah, Umrah di Makkah

Di depan Masjid Nabawi

Di depan Masjid Nabawi

Ketika berada di Madinah, terus terang saya masih merasa sebagai wisatawan. Setidaknya seperti sedang ikut wisata religi atau wisata ziarah. Hotel tempat saya menginap lumayan mewah, jalanan yang lapang menuju masjid. Makanan yang disediakan juga selalu berlebih, dengan menu yang aneka macam. Tetapi ketika berada di Makkah, betul-betul harus diuji kesabaran saya. Hotel yang biasa-biasa saja, sempit, dan ruang makan berdesakan. Begitu keluar hotel sudah dihadang keruwetan lalulintas, parkir mobil dan bus-bus wisata, menyelinap di sela-sela lapak pedagang kaki lima, debu yang beterbangan karena pembangunan gedung dan sebagainya. Kondisi itulah yang saya hadapi setiap kali hendak menuju Masjidil Haram atau tawaf di Ka’bah. Baca lebih lanjut

Catatan Pengalaman Umrah (5): Memaknai Keajaiban di Tanah Suci

IMG_4946Kisah-kisah ajaib selama di tanah suci banyak sekali. Saya sebetulnya enggan menuliskannya di sini, sebab sudah banyak yang bercerita, dan pasti akan segera menambahkannya dengan versinya sendiri-sendiri. Soal sebab mengapa bisa terjadi peristiwa ajaib itu, juga sudah diulas panjang lebar secara ilmiah oleh sarjana teknik nuklir Agus Mustofa dalam bukunya “Pusaran Energi Ka’bah”. Barangkali ada baiknya saya mencoba memaknai peristiwa-peristiwa ajaib tersebut menurut pemahaman saya. Jadi bukan soal apa dan mengapa peristiwa itu terjadi, tetapi bagaimana menyikapinya atau hikmah apa yang terkandung di dalamnya. Baca lebih lanjut

Catatan Pengalaman Umrah (4): Mudah-mudahan Bukan Euphoria

IMG_4954Sampai dengan catatan pengalaman saya yang keempat ini, tiba-tiba saya disergap oleh perasaan khawatir: Jangan-jangan saya euphoria. Mentang-mentang baru pertama kali umrah saja sudah mendramatisasi pengalaman. Belum kalau pergi Haji, yang pasti jauh lebih dahsyat yang dialami. Saya sempat ragu. Tetapi setidaknya menuliskan pengalaman ini bisa bermanfaat untuk yang lain, khususnya yang belum sempat umrah. Saya menuliskannya setidaknya sebagai ibadah untuk berbagi, dan bukan sebagai riya. Naudzubillah min dzalik. Baca lebih lanjut

Catatan Pengalaman Umrah (3): Melepas Kemelekatan, Menuju Kematian

Mulai miqat di masjid Bir Ali

Mulai miqat di masjid Bir Ali

Umrah adalah haji kecil. Dan sesungguhnya haji itu adalah sebuah ujian untuk berani melepas kemelekatan terhadap duniawi. Bukankah Ibrahim sudah memberikan contoh yang luar biasa ketika diminta melepas kemelekatannya terhadap istri dan anak kesayangannya? Kemelekatan memang harus dilepaskan sebagai latihan menuju kematian. Maka saya langsung terhenyak ketika mengenakan pakaian ihram, serasa sedang membungkus tubuh sendiri dengan kain kafan. Baca lebih lanjut

Catatan Pengalaman Umrah (2): Amanat Sahabat dari Akherat

foto - 2Umrah itu perlu biaya lumayan mahal (apalagi haji), juga butuh persiapan fisik bagus, harus punya waktu longgar, tidak punya tanggungan urusan dunia, disamping juga tentu harus puya modal ilmu soal umrah itu sendiri. Sementara saya selalu “sok sibuk” setiap hari, fisik juga gak fit, gak pernah olahraga. Soal dana? Apalagi… Bagaimana mungkin bisa punya duit puluhan juta untuk bisa berangkat? Tapi gara-gara amanat seorang sahabat yang sudah meninggal dunia, maka jadilah saya bisa berangkat umrah, beserta isteri. Betul-betul amanat dari akherat….. Subhanallah….. Baca lebih lanjut