Susahnya Menjadi Orang Biasa

Oleh Henri Nurcahyo
Orang Biasa
Menjadi orang biasa, ternyata kurang menguntungkan dibanding menjadi miskin. Yang dimaksud “orang biasa” adalah, kaya tidak, miskin juga tidak. Tetapi disebut “kelas menengah” rasanya kok juga tidak termasuk. Jumlah orang-orang biasa ini jauh lebih banyak daripada orang miskin, apalagi dibanding orang kaya. Celakanya, menjadi orang biasa tidak dapat menikmati kemudahan fasilitas sebagaimana orang kaya, namun sering diabaikan karena dianggap “tidak miskin”. Baca lebih lanjut

Iklan

Sinetron Lakon Khofifah

OLEH HENRI NURCAHYO

Khofifah Indar Parawansah akhirnya gagal menjadi calon Gubernur Jawa Timur. Ini peristiwa yang menarik dicermati sebagai “teater sosial” yang telah sanggup menciptakan ketegangan perasaan publik beberapa bulan belakangan ini. Lakon tentang Khofifah bagaikan sinetron yang membuat masyarakat penasaran untuk tahu ending-nya. Lakon Khofifah bagaikan novel atau film yang mengaduk-aduk perasaan penonton sehingga melahirkan empati terhadap tokoh utama. Khofifah telah hadir sebagai sosok yang “dizalimi” terlepas apakah dia benar-benar dizalimi ataukah memang situasinya membuat dia seolah-olah dizalimi. Karena itu, bisa dibayangkan kalau ternyata dia benar-benar lolos menjadi Cagub, maka bukan tidak mungkin akan mampu menumbangkan rezim Karsa. Baca lebih lanjut

Representasi Negeri ini dalam Lakon “Sarip Tambak Oso”

Catatan Pengamatan Pementasan Ludruk Lerok Anyar, Malang

Oleh Henri Nurcahyo

FOTO
Sebagai sebuah legenda populer di Jawa Timur, cerita Sarip Tambak Oso sering dipentaskan oleh banyak ludruk. Sebagaimana juga Lakon “Sakerah” isi ceritanya juga sudah dihapal luar kepala oleh masyarakat penggemar ludruk. Yang kemudian membedakan pementasan lakon yang sama dari setiap ludruk adalah bagaimana teknis pementasan dan menginterpretasikan isi ceritanya. Itulah yang ditunggu-tunggu dari pementasan ludruk “Lerok Anyar” dari Malang di Taman Krida Budaya (TKB) Malang Sabtu lalu (29/6). Baca lebih lanjut