Paket Umrah Tanpa Wisata, Siapa Mau?

IMG_4945Pengalaman saya menjalankan ibadah umrah melalui rombongan travel, saya merasakan lebih banyak wisatanya ketimbang ibadahnya. Sebetulnya banyak item yang bisa dipangkas, diganti yang lebih bermanfaat. Bahkan, kalau mau, ibadah umrah bisa dimanfaatkan untuk menjalani semua tahapan ibadah haji yang biasanya tidak dijalani saat umrah, seperti lempar jumrah dan wuquf di Arafah. Kalau kita bisa membentuk rombongan sendiri, tentu biro perjalanan akan mau menuruti paket Umrah Tanpa Wisata itu. Mengapa tidak?

Terus terang, saya masih ingin melakukan ibadah umrah lagi. Saya kira ini wajar, dan saya yakin mereka yang pernah ke tanah suci pasti berkeinginan kembali lagi. Apalagi dalam waktu-waktu seperti sekarang ini kesempatan untuk bisa menjalankan ibadah haji sulitnya minta ampun. Harus menunggu belasan tahun sampai dapat giliran berangkat. Itupun harus melunasi ONH lebih dulu. Mau yang ONH Plus? Tetap saja tidak bisa langsung berangkat, melainkan harus menunggu 2-3 tahun. Itupun ongkosnya sangat mahal, 4-5 kali biaya umrah.

Dari jadwal “wisata umrah” yang pernah saya terima, selama 9 hari itu terdiri dari 2 hari perjalanan pergi-pulang, tiga hari di Madinah, 4 hari di Makkah. Selama di Madinah dihabiskan untuk ibadah mandiri di Masjid Nabawi dan hari kedua diisi acara mengunjungi Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Sab’ah, Jabal Uhud dan berakhir di Pasar Kurma. Itu teori, sebab prakteknya saya hanya sempat ke Masjid Quba, Jabal Uhud dan Pasar Kurma, lantaran harus segera mengejar waktu supaya sempat sholat dluhur di Masjid Nabawi, katanya. Hari ketiga di Madinah, praktis tidak ada acara, karena hanya menunggu waktu dluhur di Masjid Nabawi dan setelah itu langsung berangkat dalam perjalanan panjang menuju kota Makah, singgah di Masjid Bir ‘Ali untuk mengambil Miqat Umrah yang pertama.

Waktu itu saya sampai di Makkah sudah sekitar pukul 20.00 waktu setempat, hanya sempat makan di hotel, kemudian masih mengenakan busaha Ihram langsung berjalan menuju Masjidil Haram dan menjalankan Umrah. Sekitar pukul 03.00 rangkaian ritual Umrah I ini bisa diselesaikan, sehingga lumayan capai, langsung tidur, dan kesiangan untuk sholat Subuh.

Hari kelima, atau hari pertama di Makkah (meski semalam sudah masuk Makkah) sepenuhnya hanya diisi ibadah mandiri di Masjidil Haram. Yang mau umrah lagi ya silakan ambil miqat dulu di Masjid Ji’ronah, cari kendaraan sendiri, atau hanya tawaf sunnah dan mengaji atau berlama-lama i’tikaf di masjid. Hari berikutnya, city tour ke Padang Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur, Jabal Tsur, Ma’la dan berakhir di Masjid Ji’ronah untuk mengambil miqat Umrah II. Lagi-lagi ini hanya teori, sebab beralasan keterbatasan waktu tidak semua tempat itu dapat dikunjungi. Umrah kedua ini berlangsung malam hari, ketika badan sudah capek lantaran keliling-keliling. Jujur saja, saya menyayangkan mengapa ritual umrah justru dilaksanakan ketika badan sudah capek.

Hari ketujuh sepenuhnya ibadah mandiri di Masjidil Haram, keesokan harinya dipungkasi dengan Thawaf Wada’, kemudian mengikuti Jeddah City Tour mengunjungi Makam Siti Hawa, Laut Merah, Masjid Terapung serta shopping di Ballad. Untuk kesekian kalinya (rombongan) saya memang tidak beruntung, sebab gara-gara bus terlambat datang maka semua tujuan city tour itu tidak satupun bisa dikunjungi. Apalagi, persis pukul 14.00 sudah harus menuju Jeddah Airport dan take off ke Jakarta pukul 18.50 waktu setempat.

Saya sengaja menceritakan apa yang saya alami itu hanya sebagai acuan bahwa ternyata apa yang disebut “Umrah” itu lebih banyak wisatanya ketimbang umrahnya sendiri. Perlu disadari, bahwa yang disebut Umrah itu merupakan sebuah ritual yang terdiri dari: Mengambil niat di miqat, thawaf, sa’i dan tahalul. Hanya itu saja yang wajib, tidak lebih. Dan tahapan itu dapat dilangsungkan hanya dalam hitungan jam, tidak perlu butuh waktu sampai 7 (tujuh) hari. Namun sudah kadung salah kaprah, bahwa ketika kita pergi ke tanah suci dalam paket 9 hari itu disebut Umrah. Mengacu pada contoh paket yang saya alami, selama 4 hari di Makkah ternyata hanya ada 2 (dua) kali umrah saja.

Berangkat dari pengalaman itulah saya punya angan-angan, alangkah baiknya kalau misalnya dalam menjalani paket (wisata) umrah tersebut muatan ibadahnya diperbanyak dan unsur wisatanya dihapus saja. Dalam bayangan saya, hal-hal yang tetap dipertahankan misalnya; Sholat di Masjid Nabawi (sekaligus ziarah makam Rasulullah dan berdoa di Raudlah), sholat di Masjid Quba (karena nilainya sama dengan umrah), dan tentu saja berlama-lama di Masjidil Haram agar bisa Umrah berkali-kali, Thawaf Sunnah atau sekadar I’tikaf (yang satu ini juga bermakna meditasi kan?).

Terus terang saya belum tahu bagaimana menyusun agendanya, hanya saja, selain “paket wajib” tersebut di atas, bisa ditambah dengan Sholat Arbain di Masjid Nabawi. Ketika menunggu waktu dhuhur bisa sholat dan I’tikaf dalam waktu yang cukup di Masjid Quba. Dan entah bagaimana mengaturnya (pihak travel pasti lebih tahu), ada kesempatan untuk melakukan Jumrah (boleh nggak yah?) atau setidaknya bisa turun dari bus dan mendekat ke lokasi lempar Jumrah tersebut. Dan juga, ada kesempatan Wukuf di Arafah, biar sekalian bisa merasakan sebagaimana ibadah Haji. Itung-itung latihan bagi yang belum pernah pergi Haji.

Nah, supaya biaya umrah bisa murah, jangan menginap di hotel mewah (sebagaimana saya alami di Madinah), kalau perlu sewa apartemen saja. Berjalan agak jauh menuju masjid itu merupakan tantangan tersendiri, lebih nikmat malah. Bahkan urusan makan bisa diatur masak sendiri, lagi-lagi biar seperti ibadah Haji.

Terakhir, kalau Anda sepakat dengan gagasan saya ini, mari kita bergabung untuk membentuk grup “Paket Umrah Tanpa Wisata” ini. Kalau jumlahnya sudah dianggap memadai, kita bisa langsung pesen ke travel yang biasa ngurusi umrah ini. Sementara itu, saya segera konsultasi dengan kenalan yang bekerja di travel umrah untuk menjajaki kemungkinan dan hal-hal teknis lainnya. Silakan kirim kesediaan ke email saya, atau cukup komen di artikel ini, nanti kita komunikasi lagi lebih intens untuk membahas segala sesuatunya. Tidak perlu terburu-buru, Paket Umrah Tanpa Wisata ini bisa dilaksanakan tahun depan tidak apa-apa, sambil kumpul-kumpul duit…. Bagaimana? Saya tunggu responnya yah…. Salam (Henri Nurcahyo)

31 Tanggapan

  1. ide bagus, belum pernah aku membaca artikel tentang umrah dari sudut pandang seperti ini …:)

  2. Wah saya tertarik nih pak, dah berapa orang yang mau gabung? saya daftar deh 3 orang

  3. wah boleh tuh idenya, februari kemarin juga saya berkesempatan umroh , dan ada beberapa yang sengaja kita skip, biar lebih banyak itikaf di masjidil Haram dan Nabawi. mudah2an tahun depan bisa pergi ke sana lagi..Aminnn

  4. Sama cerita bapak Henri dengan perjalanan umrah saya pengennya lama-lama di mekkah dan Madinah..Tapi pak pemerintah Arab Saudi mana mau memberi kita melontar dan wukuf di Arafah…kan bukan termasuk dalam umrah?…tapi…kalau bisa ditembus jalur yang bapak inginkan…nanti ada pula ngak ngaku dah haji beneran…..kalau umrah kan haji kecil.Ada sisi negatif…juga pak…..payah orang awam ini pak….itu sich menurut saya.Sisi positifnya…kita bisa menikmati rasa haji bukan di bulan haji…gitu..kira-kiranya ya Pak.ya…Ok…aja

  5. menarik pak, salah satu alasan saya belum minat umroh karena kalau liat itinerarynya lebih banyak acara wisatanya. apa ada jadwal maret 2014?

    • Saya catat dulu Bu Erlyn… nanti saya kabari. Mohon SMS ke HP saya, 0812 3100 832. Yang jelas belum ada jadwal, masih nunggu kumpul dulu jumlah yang berminat.

  6. Dari dulu saya mau cari yang seperti ini, malah bila perlu waktu yang lebih singkat tidak 9 hari, karena saya terkendala anak saya punya kekurangan sehingga harus selalu pakai kursi roda, rencana kami berempat yang berangkat

  7. Bapak, saya minat sekali, boleh saya minta no HP nya? untuk penjelasan, trm kasih

  8. apakah sudah terbentuk groupnya pak?? mohon info. Selain bulan Maret apakah ada alternatif bulan lain? misalnya April atau Mei?
    Mohon info, Tks

  9. Dear pak henry nur cahyo, saya mungkin terlambat membaca blog ini tetapi ide bapak sangat menarik. Alhamdulillah feb kemarin 2014, saya berkesempatan umrah, dari hasil perjalan saya, memang ada beberapa yg sebenarnya kurang sesuai dengan plan. Nah, belajar dr perjalana kemarin, saya malah berencana untuk ajak keluarga saya, insyallah 8 orang untuk melakukan umrah sendiri tanpa travel malah, cuma masih ragu, apa bisa, sempat browsing sendiri tiket airline termurah dan hotel yang sesuai. Ide saya pak, ada baiknya pak henry juga melaunch itenary paket yang bapak maksud supaya lebih banyak lagi saudara2 kita yg berminta. Terus terang saya berminat dengan ide bapak. Terima kasih atas pencerahannya. Oh ya pak henry, terima kasih juga sdh share perjalanan umrahnya, saya sudah baca semuanya lho pak sebagai referensi sebelum saya berangkat kemarin, alhamdulillah.

  10. InsyaAllah saya akan melaksanakan umrah dan barangkat tanggal 23 maret 2014 ini pak, tetapi setelah mendengar pengalaman bapak saya menjadi agak berpikir lagi seandainya saya tahu lebih awal niatan bapak mungkin saya akan bergabung dengan bapak saja, saya sangat tertarik dengan ide bapak tersebut. Tetapi trimakasih sudah berbagi pengalaman bapak jadi saya bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk lebih mengutamakan ibadah saja dari pada jalan-jalannya, amin.

  11. Sangat bagus yang di posting oleh bapak. Saya coba bantu akan disampaikan ke travel waktu saya umrah. Travel ini setau saya bisa membuat paket yang disesuaikan dengan keinginan jamaah dan travel ini masih satu group dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia.
    Mungkin detail itinerary bisa bapak kirim ke email saya annesuryani29@gmail.com untuk saya sampaikan ke travelnya.

  12. Ide yg brilliant Pak Henry

  13. gagasan Pak Henry menarik, benar apa yg Beliau paparkan tentang 9 hari perjalanan Umroh memang demikian, kiranya gagasan Pak Henry tsb mendapat respon dari Muslimin & Muslimat di Indonesia.

  14. ide bagus pak, walau saya belum pernah umroh tapi dari beberapa iklan travel kebanyakan sisi wisata yg menonjol, ibarat prosesi akad nikah pestanya yg ditonjolkan, memakan biaya dan waktu. sedang makna nikahnya cuma butuh beberapa menit. kapan pak ada jadwal umroh tanpa wisata ini dilaksanakan, mohon infonya pak. Insya Allah ada rejeki saya ikut. kirim ke email saya ya matajiwa69@gmail.com

  15. Assalamu’alaikum.
    Pak Henry saya saat ini mungkin sudah terlambat baca Blog ini.
    tapi idenya sangat bagus.
    Untuk umroh memang sebenarnya cukup dengan waktu yang sebentar. Dan hari-hari di sana sebaiknya dimanfaatkan dengan ibadah. Karena niat yang sempurna tentu akan menghasilkan pahala yang sangat besar, disebutkan dalam hadits Rasulullah bahwa Haji dan Umrah menghapuskan dosa2 sebelumnya, bahkan antara umroh dengan umroh lainnya menghapuskan dosa diantaranya. Seperti bayi yang baru lahir, bersih.

    Tentunya ingin sekali kita seperti ini, mengingat banyak sekali dosa2 kita, dan keutamaan berdoa di Raudhah, keutamaan shalat di Masjidil Haram, Nabawi. Masih banyak sekali keutamaan-keutamaan lainnya.

    Namun perlu diingat pula dari khabar2 tentang keutamaan dan ibadah di sana sebaiknya merujuk kepada sumber yang valid.
    Seperti halnya shalat arba’in, banyak sekali jamaah baik umroh ataupun Haji berlomba2 mengejar Shalat arba’in ini. Sehingga setalah target itu terpacai sayangnya mereka meninggalkan shalat berja’mah.
    Padahal setelah di telusur, ternyata Sumber mengenai keutamaan shalat Arba’in tidak valid. sumber silahkan merujuk Searc engine ini.

    http://yufid.com/result/?search=shalat%20arbain#gsc.tab=0&gsc.q=shalat%20arbain&gsc.page=1

    Penting kiranya kita mengetahui terlebih dahulu Ilmunya sebelum kita beribadah, tentunya ilmu yang sesuai dengan Alqur’an dan Assunnah sebagaimana para sahabat radhiAllahu ‘anhum memahaminya (karena mereka yang paling paham dan sebagai saksi turunnya Alqur’an dan Assunnah -original-). Sehingga apa yang dicita-citakan Pak Henry untuk segenap muslim lainnya yang akan Umroh tercapai.

    Saya berdoa semoga kita bisa mencapainya dengan ilmu dan amal.
    Saya juga berniat demikian, bahkan mungkin kita coba berangkat tanpa travel tetapi dengan jalur resmi. Karena Umroh dan Haji di syaratkan tidak dicapai dengan jalan dosa dan maksiat. Bila ada yang sudah tahu informasinya mengenai rutenya mohon share ya.. (jazakumullahu khairan). Japri erdian.adriani@yahoo.com

    Terimakasih
    Wassalamu’alaikum

  16. Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Saya juga terlambat baca blog Pak Henry, andaikan tahu pasti akan bergabung.
    Saya ingin berbagi pengalaman umroh saya yang kurang menyenangkan bersama travel yang kami ikuti.

    Awal 2-10 January 2015, saya berangkat umroh bersama isteri, dua anak saya yang masih kelas 6 dan kelas 1 serta kedua mertua (ortu saya sudah tidak ada).
    Kami sangat kecewa dengan travel yang kami ikuti, dari jadwal keberangkatan yang awalnya 24 Des 2014, revisi ke 25, 27, 29 sampai akhirnya 2 January 2015 sehingga saya dan isteri harus revisi terus jadwal cuti dan anak2 yang seharusnya pas tanggal 5 masuk sekolah jadi ijin seminggu.

    Travel yang kami ikuti ini membawa sekitar 450 jamaah dan booking 1 pesawat, dan di sana kami benar – benar seperti backpacker, dari masalah penjemputan dari Jeddah ke hotel Madinah yang bermasalah, di hotel yang harus berpindah – pindah karena setelah kita masuk katanya sudah penuh sehingga kita harus keluar cari hotel lagi, di Mekkah juga sama, berangkat dari Madinah ribut masalah bus, di hotel Mekkah juga sama kasusnya padahal kata travelnya sudah dibooking. Bisa dibayangkan, kami membawa tas koper 6 dan tas kecil lainnya, kedua mertua saya sudah tua, anak saya masih kecil, isteri saya sampai menangis di sana, saya terus menasehati isteri untuk istighfar, anak saya yang kecil sakit panas karena kecapean,
    jika tidak ingat itu di rumah Allah, ingin saya maki-maki itu travel dan agentnya. Di sana kami juga tidak ada pembimbing untuk tawaf dan sai, untung saja ada jamaah lain yang sudah pernah, jadi kami pertama kali ikut dia, berikutnya kami menjalankannya sendiri.

    itenary yang dibuat sudah tidak sesuai sama sekali, banyak waktu yang terbuang bahkan kami merasa dibohongi dengan jadwal travel tersebut, jika memang 9 hari, seharusnya tanggal 2 berangkat, tanggal 10 pulang, tetapi kenyataannya, tanggal 9 January pagi kami sudah check out hotel, itupun ribut lagi dengan masalah transportasi, jadi citytour ke Laut Merah, masjid terapung dan lain-lain hanya sebatas lewat saja, memang benar kami sampai Jakarta hari Sabtu 10 January tapi waktu saya tanya pas daftar, hari ke-9 check out dari Mekkah, jadi saya di Madinah cuma 3 hari, di Mekkah 3 hari, total hanya 8 hari (bisa2 nya ya kita tamu Allah ditelantarkan oleh travel yang hanya mencari keuntungan duniawi, naudzubillahi…)

    Saya sangat setuju dengan ide pak Henry, seharusnya umroh betul-betul untuk ibadah dan jika memang harus city tour, seharusnya pihak travel juga komit dengan jadwal yang ada, dari kejadian kemarin, banyak waktu kami yang terbuang, sudah capek fisik, pikiran dan selalu ribut jika akan berangkat.

    Sekarang kami juga sedang mengumpulkan uang lagi untuk rencana umroh kedua (Aamiin…)

    Salam,

  17. oke aku juga mau umrah
    081394119545

  18. Saya tertarik pak henry…kapan kita bisa barengbareng kesana?
    email me dutarikatama@gmail.com

    • Pak Henri Nurcahyo,

      Apakah sudah ada jadwalnya pak?

      Salam

      Powered by Telkomsel BlackBerry®

  19. inshaAlloh..saya +suami jg berniat berangkat umroh tanpa wisata. Seandainya masih ada space buat kami, mohon kai dikontak di wiruma.ta@gmail.com

  20. Saya serius mau ikut Pak henry.
    Pak Henry & yg lain2, Kapan mau dilaksanakan?
    Ayo aksinya pak jangan NATO.
    Saya dijakarta, bila ada yg se Ide di jakarta & mau menjalankan ide Pak Henri ajak2 saya ya.
    Bila diperlukan wirawiri bisa sy kerjakan, mumpung sy lg banyak waktu luang.

    02199395499
    ardhisaja@gmail.com

  21. Assalamu Alaikum www,
    Saya berniat ikut Pak, apalagi kalau bisa pas ada tanggal merah sehingga tidak perlu mengajukan cuti lama lama.

    Terima kasih
    M Ali Mukti (mukti.simamora@gmail.com)

  22. Ass. ww. Pak Henry, saya minat. Tolong dicatat saya dan isteri ingin berangkat secepatnya. Tks wass

  23. Assalamu’alaikum…. semoga Alloh selalu merahmati aetiap langkah Bapak. Saya baru terrtarik untuk umroh 1 mibggu ini, namun saya browsing rata2 beeisi wisata. Saya hanya ingin ibadah saja, wisata jika perlu saja, fokusnya ibadah. Kalau boleh tahu, mengingat artiket bapak sdh lama, apakah ide bapak sudah berjalan? Mohon dishare ya Pak infonya. Thanx

  24. mohon dicatat, saya tertarik

  25. Sangat terlambat saya tahunya..hiks..
    Bagaimana pak, sudah jadi umrohnya?
    Bisa share pak? Saya tertarik mau ikut nih tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: