Jokowi dan Risma, Pembicara Kongres Kebudayaan

JokowiRismaGubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini dijadwalkan menjadi pembicara dalam Kongres Kebudayaan Indonesia yang berlangsung di Hotel Ambarukmo Yogyakarta, 8-11 Oktober 2013. Dalam sidang komisi mengenai Pengelolaan Kebudayaan Kamis pagi (10/10), Jokowi dan Risma duduk semeja dengan Bupati Wakatobi Hugua, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak dan anggota Wantimpres Meutia Hatta, dengan moderator Sri Hastanto.

Kongres Kebudayaan yang diselenggarakan 5 tahun sekali itu kali ini menetapkan tema “Kebudayaan untuk Keindonesiaan.” Pemaparan tema itu akan disampaikan oleh pembicara kunci Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Adapun Kebijakan Kebudayaan dipaparkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selanjutnya, tema itu dijabarkan ke dalam lima subtema yang masing-masing akan dibahas oleh pembicara utama dari kalangan pakar dan pejabat, yaitu; (a). Demokrasi Berkebudayaan dan Budaya Berdemokrasi, Perencanaan Pembangunan Berwawasan Kebudayaan. (b). Warisan dan Pewarisan Budaya, Cultural Diversity: Problems and Challenges in 21st Century. (c). Diplomasi Kebudayaan. (d). Pengelolaan Kebudayaan pada Era Otonomi Daerah, serta (e). Sumber Daya Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya.

Sejumlah nama yang tercatat sebagai pembicara utama sesuai urutan subtema tersebut adalah Yudi Latif dan Kementerian Dalam Negeri, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan perwakilan UNESCO, Azyumardi Azra dan Kementerian Luar Negeri, Ignas Kleden dan Bappenas, serta Nirwan A. Arsuka dan Kementerian Parekraf.

Subtema Demokrasi Berkebudayaan dan Budaya Berdemokrasi selanjutnya dibahas dalam empat topik berikut: Demokrasi Berwawasan Budaya; Demokrasi Keindonesiaan; Kearifan Lokal yang Memperkuat Demokrasi; dan Demokrasi dan Nomokrasi. Pembahasan berbagai masalah dalam subtema Warisan dan Pewarisan Budaya ditumpukan ke dalam empat topik berikut: Warisan Budaya Bersama Asia Tenggara; Unity in Diversity: Kebijakan Kebudayaan; Glokalisasi Kebudayaan; dan Penyerbukan Silang Kebudayaan.

Subtema Diplomasi Budaya dijabarkan ke dalam empat topik, yaitu: Diplomasi Internal dan Eksternal; Budaya sebagai Kekuatan Diplomasi; Kerja Sama Internasional; dan Mengglobalkan Budaya Indonesia. Subtema Pengelolaan Kebudayaan diurai ke dalam empat topik yakni: Konflik dalam Perspektif Budaya; Kemitraan Pemerintah dan Masyarakat; Pemerintah Pusat dan Daerah; dan Kelembagaan Kebudayaan. Sedangkan Subtema Sumberdaya Kebudayaan dijabarkan ke dalam empat topik berikut: Generasi Multimedia; Pendidikan Kebudayaan; Etos Kreatif dan Semangat Kompetisi; dan Kontekstualisasi Pemberdayaan Budaya.

Berbagai permasalahan tersebut dibahas dalam 100 makalah yang terdiri atas 80 makalah dipresentasikan dan 20 makalah lainnya tidak dipresentasikan.

Dalam sidang-sidang komisi yang berlangsung paralel nama-nama pembicara selain Jokowi tadi, tercatat; Suwardi Endraswara, I Wayan Ardika, Agus Aris Munandar, I Wayan Dibia, PM. Laksono, Garin Nugroho, Aribowo, Pudentia MPSS, Ayu Sutarto, Melani Budianta, Jean Couteau, Rizaldi Siagian, Wiendu Nuryanti, Rahayu Supanggah, Moh Mohtar Mas’oed, Dendy Sugono, James F. Sundah, Iwan Pirous, Jennifer Lindsay, Dedi Gumelar, Luluk Sumiarso, Endo Suanda, Tjetjep Rohendi, Robert Sibarani, Henri Nurcahyo, Yohanes Surya, Yasraf Amir Piliang, Taufik Rahzen, Amin Abdullah, Nano Riantiarno, dan sejumlah nama lagi.

Sementara yang bertindak menjadi moderator adalah nama-nama populer, yaitu Anhar Gonggong, Mudji Sutrisno, Heddy Shri Ahimsa, Fatimah Zulfiah P, Hamid Awaludin, Kennedi Nurhan, Kacung Marijan, Ninuk Kleden, Harry Untoro Dradjat, Arswendo Atmowiloto, Edi Sedyawati, Jabatin Bangun, Ida Sundari Husen, Nunus Supardi, Komarudin Hidayat, Krisnina Akbar Tanjung, Eka Budianta dan beberapa nama yang belum ditentukan. (hn)

2 Tanggapan

  1. Matur nuwun, Salam Budaya

    Jadi teringat dengan perjalanan hidup ayahanda yg totalitas dilukisan garis sampai akhir hayatnya

    Saya mencoba menulis tetapi inspirasi untuk menuangkan masih terkendala dengan bermacam macam kahyalan dan tidak dapat fokus dengan realita, apakah jadi ideal atau sekedar tuangan hati …

    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: