PROBLEMATIKA “DUNIA DALAM” KARYA SENI RUPA

Catatan Henri Nurcahyo
Celeng Dibyo
1. Sajak Sebatang Lisong – WS Rendra.
Menghisap sebatang lisong/ melihat Indonesia Raya,/ mendengar 130 juta rakyat,/
dan di langit/ dua tiga cukong mengangkang,/ berak di atas kepala mereka
Matahari terbit./ Fajar tiba./ Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak/ tanpa pendidikan.
Aku bertanya,/ tetapi pertanyaan-pertanyaanku/ membentur meja kekuasaan yang macet,/ dan papantulis-papantulis para pendidik/ yang terlepas dari persoalan kehidupan. Baca lebih lanjut

Kali Porong Dulu Penyelamat Banjir, Kini Luapan Lumpur

Henri Nurcahyo dan Buku Sidoardjo Tempo Doeloe

??????????Sejarah Sidoarjo kini tidak lagi hanya sebentuk lisan. Cerita kawasan di selatan Surabaya itu kini telah dibukukan oleh Henri Nurcahyo dan Dukut Imam Widodo. Seperti apa Sidoarjo tempo dulu dan bagaimana penulisannya?

MIFTAKHUL FS

Menulis sejarah tak ubahnya bermain puzzle. Penulisannya harus menggabungkan telaah akan dokumentasi, benda-benda peninggalan, beragam cerita, dan juga literasi menjadi catatan yang utuh. Mereka juga harus membongkar memorinya tentang segala hal yang pernah dibaca dan didengarnya tentang sejarah yang hendak ditulisnya. Baca lebih lanjut

Membangkitkan Kembali Sosok Sudjojono

Jopram - WAYANG PANEN dan TEKS NASIONALISME 2013

Jopram – WAYANG PANEN dan TEKS NASIONALISME 2013

Andaikata Sudjojono tidak rajin menulis di media massa, bisa jadi keberadaannya hanya dikenal sebatas salah satu pelukis anggota Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi). Karena tulisan-tulisannyalah maka dia dikenal sebagai sosok pelukis yang idealis, nasionalis, dan pelukis yang memiliki kredo-kredo heroik. Dengan demikian maka untuk menilai kualitas karyanya sedikit banyak terpengaruh oleh gegap gempita kredonya tersebut. Baca lebih lanjut