Jalan Lingkar Stadion Utama Gelora Bung Karno

Oleh Henri Nurcahyo

Ribuan orang berjalan bagaikan banjir Jakarta
Mengarus mengelilingi bangunan stadion melawan arah jarum jam
Mengingatkanku tawaf di Masjidil Haram
Sebagian kecil orang-orang berjalan melawan arus
Tentu mereka tidak sedang Pradaksina

Jalan Lingkar Stadion Utama Gelora Bung Karno
Anak-anak perempuan bercelana pendek, pamerkan paha mulus
Berkaos ketat, U Can See, kelihatan tali behanya, bokongnya megal-megol
Ada yang perlihatkan udelnya, asyik dengan hapenya

Anak-anak perempuan berjilbab, juga ibu-ibu
Ada yang berkaos ketat, bercelana ngepas, pamerkan bokongnya

Pasangan muda berjalan ceria
Suami lebih sibuk dengan kamera DSLR
Memotret anak balitanya yang belum lancar berjalan

Jalan Lingkar Stadion Utama Gelora Bung Karno

Seorang perempuan tua, duduk di kursi di balik pagar
Kedua lengannya bergerak-gerak, ikuti kelompok senam dari jauh
Wajahnya sumringah

Seorang lelaki tua berjalan tertatih-tatih,
Lengan kanannya tak bisa gerak sempurna
Kepalanya agak miring ke kanan
Ahh sedang stroke rupanya

Para peminta-minta berkeliaran dimana-mana
Pakaiannya lusuh, itu pakaian kerja, sama halnya dengan baju batik atau safari
Ada yang bergaya santri selalu menyapa “Assalamu’alaikum”
Ada yang duduk memangku anak lelaki bermata lebar
Tubuh kurus kering, wajahnya membuat iba
Di depannya ada kotak sumbangan dan selembar kertas bertuliskan:
“Mohon bantuan, anak saya terkena penyakit radang otak”

Jalan Lingkar Stadion Utama Gelora Bung Karno

Hari Minggu pagi, adalah puncak keramaian
Bermacam-macam kelompok senam ada di sini
Senam pernafasan, senam osteoporosis, senam kesegaran jasmani,
Silakan pilih salah satu, mau pindah kelompok juga boleh
Entahlah kalau senam Falun Gong
Kelihatannya itu untuk kelompok sendiri, sebab membelakangi stadion
Selalu diakhiri dengan meditasi
Senam kesegaran jasmani paling banyak peminatnya
Sampai meluber menutup jalanan
Gerakannya cepat, iringannya musik dangdut koplo
“Oplosan… oplosan….. Buka sithik Joss…..”
Ini senam apa belajar joget….

“Gratis, gratis, cek darah gratis……” beberapa anak muda mencegat para pejalan
Periksa gula darah 10 ribu, kolesterol 25 ribu, trigliserida 25 ribu, asam urat 20 ribu
“Namanya Shake, bukan susu, campuran coklat, vanilla dan strawberry.
Silakan dicoba Pak……” Oalah…. Dodolan tibak’e…..

Seorang perempuan berdiri membawa nampan berisi cangkir-cangkir kecil
“Silakan Pak, susu kedelai…… “
Aku ambil satu, langsung diminum, tak kuhiraukan tawaran lainnya. Lumayan…
Lewat satu putaran, ada lagi perempuan berdiri membawa nampan
Dua macam minuman warna kuning dan merah muda
“Yang ini vanilla, yang kuning rasa mangga”
Aku ambil satu, “tiga ribu Pak, kalau dua lima ribu…”
Waduh… kapok koen…. Gak gratisan maneh….

Jalan Lingkar Stadion Utama Gelora Bung Karno

Jalanan riuh rendah berbagai celotehan
Jalan bergegas salip menyalip
Aku merasa sepi di tengah keramaian ini
Sendiri, bagai sekeping papan, menghanyut dalam banjir Jakarta

Jalan Lingkar Stadion Utama Gelora Bung Karno

Membuatku rindu Ka’bah, berdesak-desakan dalam thawaf dan sya’i
Subhanallah walhamdulillah walaa ilaha illallah…….
Tak kutemukan Hajar Aswad, pintu Multazam dan Hijir Ismail
Tapi aku juga rindu retret meditasi di Brahmavihara Arama
Menjadi vegetarian, berlatih meditasi, tapa bisu sepuluh hari
Aku rindu Pradaksina di Borobudur…

Jalan Lingkar Stadion Utama Gelora Bung Karno
Inikah lingkaran kehidupan ?

Jakarta, 20 April 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: