Kampung Organik, Ekowisata dan Pendidikan Lingkungan

Jala-jalan - 1Berwisata di pedesaan itu banyak ragamnya. Menghirup udara segar, jalan-jalan menyusuri pematang sawah, menghayati pemandangan indah, menikmati makan dan minuman organik serta menyaksikan berbagai contoh budidaya organik di lahan terbuka maupun RSO (Rumah Sayur Organik). Bagaimana kalau sesekali merasakan menjadi petani, belajar bertani secara organik, atau mengolah sampah menjadi pupuk kompos?

Tertarik berwisata seperti itu? Cobalah berkunjung ke dusun Penanggungan, desa Penanggungan, Trawas, Mojokerto. Di situlah Kampung Organik “Brenjonk” berada. Sebuah komunitas desa yang sepenuhnya melakukan pertanian tanpa menggunakan pestisida dan pupuk kimia, bertani selaras dengan keseimbangan alam. Baca lebih lanjut

Tipudaya Mataram Menjebak “Ki Ageng Mangir”

01Lakon Ki Ageng Mangir sepertinya sudah identik dengan pergelaran ketoprak itu sendiri. Lakon ini sudah biasa dimainkan oleh ketoprak manapun, dan sepertinya sudah menjadi salah satu lakon wajib yang musti dihapal oleh siapapun yang mengaku sebagai orang ketoprak. Tidak terkecuali, pementasan yang disajikan oleh kelompok Sri Aji Kawedar dari Tuban dalam pementasan di Taman Krida Budaya Jatim, di Malang, Sabtu lalu (30/1/16). Baca lebih lanjut

Resensi Buku: Ilmu Kehidupan dalam Perguruan Silat

scan0006
Judul buku : Pencak Silat Setia Hati. Sejarah, Filosofi, Adat Istiadat
Penulis : Agus Mulyana
Penerbit : Tulus Pustaka, Bandung, 2016
Tebal Buku : xvi + 216 hlm; 14,5 x 20,5 cm
Peresensi : Henri Nurcahyo

Dalam pandangan masyarakat kebanyakan, Pencak Silat adalah salah satu olahraga seni beladiri khas Indonesia. Namun Pencak Silat (kadang cukup disebut Silat saja), juga digolongkan sebagai kesenian, disebut Seni Pencak Silat. Tetapi ternyata Silat bukan sekadar urusan olahraga atau kesenian belaka. Dalam tubuh perguruan silat juga mengajarkan berbagai hal terkait dengan hakekat kehidupan. Perguruan silat tak ubahnya bagai universitas tersendiri yang mengajarkan filsafat dan kebudayaan sebagai dasar penting bagi kehidupan manusia.

Mungkin bagi pelaku silat sendiri, bahwa silat itu masuk olahraga apa kesenian bukan urusan yang penting dipersoalkan. Tetapi ketika berhubungan dengan birokrasi pemerintah, itu menjadi penting untuk dijelaskan. Dampaknya, juga berimbas pada bagaimana masyarakat memposisikan silat ini, sebagai olahraga atau kesenian? Jadi kalau selama ini aktivitas persilatan lebih banyak berurusan dengan dunia olahraga, karena yang eksis di permukaan adalah silat sebagai (salah satu cabang) olahraga. Apalagi pencak silat sudah masuk agenda pertandingan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) bahkan juga SEA Games. Baca lebih lanjut