Sisi Gelap Terang “Jatim Specta Night Carnival” di Blitar

IMG_0035
Catatan Henri Nurcahyo

Jatim Specta Night Carnival (JSNC) adalah pawai budaya tahunan yang secara khusus diselenggarakan pada malam hari. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur sebagai penyelenggaranya memang sengaja memilih waktu malam agar event ini berbeda dengan kebanyakan pawai yang serupa dan sudah banyak dilaksanakan di mana-mana. Meskipun, Sumenep misalnya, sebetulnya sudah punya tradisi menggelar lomba musik dhuk-dhuk dalam bentuk pawai yang juga dilakukan pada malam hari. Baca lebih lanjut

Iklan

“Maen Pukulan” dalam Tantangan Zaman

Oleh Henri Nurcahyo

Masyarakat Betawi punya istilah tersendiri untuk menyebut pencak silat, yaitu “Maen Pukulan”. Disebut Maen Pukulan karena kegiatan ini menandakan ada unsur kesenangan lantaran semula memang hanya sebuah permainan (main, maen) dan bukan untuk menunjukkan kehebatan fisik atau sifat jago. Sedangkan kata “pukulan” lantaran gerakan dalam pencak silat ini didominasi pukulan tangan dan menabukan penggunaan kaki atau tendangan. Kalau toh ada tendangan hanya sebatas pusar ke bawah. Baca lebih lanjut

Ada yang Hilang pada Tari Topeng

Foto Wahyu Eka Prasetya

Foto Wahyu Eka Prasetya

MALANG: Menyaksikan banyak tari topeng belakangan ini, terasa ada sesuatu yang hilang. Banyak orang yang sanggup menari topeng dengan baik dalam hal teknis menari, namun semakin sedikit bahkan nyaris tidak ada yang membawakannya dengan total. Tari topeng sudah kehilangan roh.

Keprihatinan ini disampaikan oleh Yongki Irawan, pegiat budaya dari Malang dalam acara rutin bernama Sinau Embongan ketujuh yang kali ini memilih topik “Topeng Malangan” di Rumah Budaya Peneleh Kota Malang, Jalan Bogor 1, Jum’at malam (25/12). Selain Yongki, tampil sebagai narasumber adalah Priyo Sunanto Sidhy, dan Suroso, pelaku Wayang Topeng Kedungmonggo Malang, serta juga Henri Nurcahyo, penulis buku, yang didaulat untuk memaparkan perihal Budaya Panji. Baca lebih lanjut

Balekambang, Hotel Raja Hayam Wuruk?

001Ketika Raja Hayam Wuruk (dan rombongannya) berulangkali mengunjungi Candi Penataran, dimanakah mereka bermalam? Candi Palah (nama kuno Penataran) dibangun sepanjang masa tiga kerajaan, sekitar 250 tahun lamanya. Candi ini banyak difungsikan sebagai semacam kampus pembelajaran. Bahkan Bujangga Manik jauh-jauh datang dari Tanah Sunda belajar berbulan-bulan di sini. Baca lebih lanjut

Tandhak Sariti Penguasa Tandes

04 - Gendrasekti dan Sariti
Catatan Pengamatan Henri Nurcahyo

Kabar baik, Surabaya masih punya ketoprak. Namanya “Komunitas Ketoprak THR Surabaya”, yang mementaskan lakon “Geger Tandes – Joko Galing” di Taman Krida Budaya Jatim, Malang. Sabtu malam lalu (29/8). Apakah yang dimaksud Tandes itu adalah daerah Tandes sekarang? Apakah Joko Galing itu ada hubungannya dengan Sawunggaling? Tidak jelas, dan tidak perlu diusut. Yang jelas, sebagai tontonan cukup menghibur sebagai sajian pertunjukan yang mencerahkan batiniah. Baca lebih lanjut

Rontek Pacitan, Bukan Karnaval Patrol Biasa

Catatan Henri Nurcahyo
IMG_2170Ini sudah tradisi di Pacitan. Beberapa hari menjelang Lebaran diselenggarakan Karnaval Rontek secara besar-besaran bahkan sampai berlangsung hingga tiga malam lamanya. Tahun 2011, festival Rontek Gugah Nagari sampai tercatat di rekor MURI karena diikuti oleh 2.818 orang. Rontek adalah sejenis musik penggugah saat sahur di bulan puasa. Di banyak daerah lain, namanya Patrol, yaitu musik jalanan yang menggunakan instrumen kentongan bambu. Baca lebih lanjut

Bencana Budaya Lumpur Lapindo

007OLEH
HENRI NURCAHYO

Sudah delapan tahun lumpur Lapindo menyembur, masih juga belum ada kejelasan penyelesaian persoalan yang menyelimutinya. Semburan lumpur itu bukan hanya sebuah peristiwa geologi semata, namun juga bencana sosial, bencana intelektual dan juga bencana budaya. Lapindo telah menggunakan segala macam cara untuk menciptakan wacana pembenaran bahwa mereka tidak bersalah. Baca lebih lanjut