Tandhak Sariti Penguasa Tandes

04 - Gendrasekti dan Sariti
Catatan Pengamatan Henri Nurcahyo

Kabar baik, Surabaya masih punya ketoprak. Namanya “Komunitas Ketoprak THR Surabaya”, yang mementaskan lakon “Geger Tandes – Joko Galing” di Taman Krida Budaya Jatim, Malang. Sabtu malam lalu (29/8). Apakah yang dimaksud Tandes itu adalah daerah Tandes sekarang? Apakah Joko Galing itu ada hubungannya dengan Sawunggaling? Tidak jelas, dan tidak perlu diusut. Yang jelas, sebagai tontonan cukup menghibur sebagai sajian pertunjukan yang mencerahkan batiniah. Baca lebih lanjut

Rontek Pacitan, Bukan Karnaval Patrol Biasa

Catatan Henri Nurcahyo
IMG_2170Ini sudah tradisi di Pacitan. Beberapa hari menjelang Lebaran diselenggarakan Karnaval Rontek secara besar-besaran bahkan sampai berlangsung hingga tiga malam lamanya. Tahun 2011, festival Rontek Gugah Nagari sampai tercatat di rekor MURI karena diikuti oleh 2.818 orang. Rontek adalah sejenis musik penggugah saat sahur di bulan puasa. Di banyak daerah lain, namanya Patrol, yaitu musik jalanan yang menggunakan instrumen kentongan bambu. Baca lebih lanjut

Bencana Budaya Lumpur Lapindo

007OLEH
HENRI NURCAHYO

Sudah delapan tahun lumpur Lapindo menyembur, masih juga belum ada kejelasan penyelesaian persoalan yang menyelimutinya. Semburan lumpur itu bukan hanya sebuah peristiwa geologi semata, namun juga bencana sosial, bencana intelektual dan juga bencana budaya. Lapindo telah menggunakan segala macam cara untuk menciptakan wacana pembenaran bahwa mereka tidak bersalah. Baca lebih lanjut

Menggerakkan Cinta Budaya Melalui Komunitas Pegiat Kebangsaan

Oleh Henri Nurcahyo
1385574_10201223655128381_1419693499_n

ABSTRAK

Masa depan negeri ini ada di pundak pemuda. Mereka adalah generasi pewaris zaman yang bakal meneruskan keberlanjutan bangsa ini. Karena itu generasi muda harus mendapatkan pemahaman yang benar mengenai apa dan bagaimana kebudayaan Indonesia agar semakin mencintai bangsanya. Mereka perlu diberi bekal yang benar dan cukup untuk menghadapi westernisasi dan globalisasi yang bisa melindas kebudayaan negeri sendiri. Bahwasanya urusan kebudayaan bukan hanya menjadi tanggungjawab kalangan budayawan dan intelektual belaka, tetapi justru para pemuda itulah yang harus mendapatkan kesempatan dan berperan aktif untuk ikut serta mengawal perjalanan masa depan Indonesia. Baca lebih lanjut

Jokowi dan Risma, Pembicara Kongres Kebudayaan

JokowiRismaGubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini dijadwalkan menjadi pembicara dalam Kongres Kebudayaan Indonesia yang berlangsung di Hotel Ambarukmo Yogyakarta, 8-11 Oktober 2013. Dalam sidang komisi mengenai Pengelolaan Kebudayaan Kamis pagi (10/10), Jokowi dan Risma duduk semeja dengan Bupati Wakatobi Hugua, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak dan anggota Wantimpres Meutia Hatta, dengan moderator Sri Hastanto. Baca lebih lanjut

Representasi Negeri ini dalam Lakon “Sarip Tambak Oso”

Catatan Pengamatan Pementasan Ludruk Lerok Anyar, Malang

Oleh Henri Nurcahyo

FOTO
Sebagai sebuah legenda populer di Jawa Timur, cerita Sarip Tambak Oso sering dipentaskan oleh banyak ludruk. Sebagaimana juga Lakon “Sakerah” isi ceritanya juga sudah dihapal luar kepala oleh masyarakat penggemar ludruk. Yang kemudian membedakan pementasan lakon yang sama dari setiap ludruk adalah bagaimana teknis pementasan dan menginterpretasikan isi ceritanya. Itulah yang ditunggu-tunggu dari pementasan ludruk “Lerok Anyar” dari Malang di Taman Krida Budaya (TKB) Malang Sabtu lalu (29/6). Baca lebih lanjut

Pergelaran Teater Tradisi: Ketoprak Mastuti Budaya

Lakon “Padepokan Putat Selawe: Labuh Tresno Sabaya Pati”

Oleh Henri Nurcahyo

Alkisah di kabupaten Ngawi ada suatu padepokan yang diasuh oleh Ki Hajar Sidikoro yang mempunyai puteri cantik bernama Mustikasari. Kabar kecantikan Mustikasari telah menyebar kemana-mana hingga sampai ke Kadipaten Barat. Sang Adipati pun berniat mempersuntingnya, namun di tengah perjalanan berpapasan dengan rombongan Raden Sanggoro dari Kademangan Jagaraga yang juga bemaksud melamar Mustikasari. Terjadilah kesalahpahaman hingga kedua rombongan berkelahi. Baca lebih lanjut